a:hover {background-image: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_UhjG0SjtykZYg44TlHhjlnA1-4wgCqxB9-GypaL5YvZTLbt3y_HegNY5eKFk5KqBXwb05k_wIBOzoYKICVt3pJw4koIHxiEhyphenhyphenEw4jwDM9XYn13b0_MGlpsxlS_Wi6j6B6wYq-lxVjNg/s1600/stars.gif);}

Jumat, 01 Maret 2013


Permainan Tradisional Indonesia Dihargai di Luar Negeri


1341315379290558246
Permainan tradisional indonesia disukai oleh anak-anak Jerman/ admin/ www.kemlu.go.id/berlin/Picture/2012/06-Juni/ANF/03.jpg
AKBARPITOPANG — Tadi siang saya membuka sebuah toples yang sengaja saya gunakan untuk menyimpan barang-barang kecil yang mudah hilang seperti peniti, jarum, koin, kancing, dan benda-benda rawan hilang lainnya. Saya memang sudah sengaja dan terbiasa melakukan kebiasaan ini. Karena hal itu akan sangat memudahkan kita ketika mencari barang yang kita inginkan tanpa kebingungan mengingat dimana letaknya.
Di dalam toples itu kebetulan saya mau mengambil benang dan jarum. Karena saya akan menjahit kancing baju yang lepas. Saya terlebih dulu mengeluarkan semua benda yang ada didalam toples itu. Ketika saya mengeluarkannya saya langsung mendapatkan barang yang saya incar. Namun ketika memasukkan benda lainnya ke dalam toples semula, ada sebuah koin kecil disana.
Ketika diperhatikan ternyata itu adalah koin uang 10 sen ringgit Malaysia. Pernahkah anda melihat uang 10 sen ringgit Malaysia? Mungkin jika anda saat ini sempat menyimpan uang logam itu coba anda balik. Waw… ternyata ada congklak disana.
13413135972069781725
congklak yang dicetak pada mata uang malaysia/ admin/ mnfaj.blogspot.com
Tidakkah anda terkejut melihatnya? Bukannya congklak itu salah satu jenis permainan tradisional dari Indonesia? Kok congklak tertera di mata uang Malaysia ya? Hadehh.. :(
Saya lupa dari mana uang koin itu saya dapatkan. Kalau tidak salah saya memperolehnya dari seorang ketika di SMA dulu. Ia memberikannya padaku. Kemudian dengan sengaja saya menyimpannya hingga detik ini. Tanpa ada maksud apapun hanya sekedar koleksi yang kebetulan barangnya ada.
Ternyata di luar negeri permainan tradisional Indonesia begitu dihargai. Kalau tidak salah saya belum pernah menemukan satu pun jenis permainan tradisional Indonesia yang dicetak pada mata uang Indonesia sendiri. Entah pengamatan saya ini salah entah bukan saya tidak tahu pasti yang jelas saya belum pernah menemukannya. Namun ternyata di luar negeri, di Malaysia sana permainan tradisional Indonesia sudah lebih dulu dihargai.
Mata uang merupakan sebuah benda vital yang bernilai. Digunakan untuk berbagai transaksi perdagangan atau perniagaan. Keberadaan mata uang amat penting. Dengan mencetak permainan tradisional ke dalam mata uang sebuah Negara berarti Negara tersebut memang menghargai permainan tradisional tersebut. Bentuk penghargaannya dengan mencetaknya ke dalam mata uang. Dengan harapan orang-orang di seluruh dunia tahu bahwa permainan tradisional itu merupakan warisan budaya dari Negara yang bersangkutan. Bisa dibilang bagian dari claiming nih… :) apakah kita sadar selama ini?
Permainan tradisional Indonesia diminati tidak hanya di Negara jiran namun juga dinegara-negara lainnya di belahan bumi ini. Salah satunya di Jerman.
Permainan tradisional indonesia disukai oleh anak-anak Berlin. KBRI Berlin beberapa waktu yang lalu menggelar acara All Nations Festival 2012. Gelaran ini merupakan acara ‘open house’ yang diikuti oleh kedutaan asing lainnya di Berlin. Pada acara All Nation Festival ini Indonesia menghadirkan berbagai permainan tradisional anak-anak seperti dakon atau congklak, gasing, bola bekel dan lain lain. Anak-anak Jerman dengan penuh semangat mencoba berbagai jenis permainan tersebut.

Sekretaris III_Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Berlin, Purno Widodo mengatakan anak- anak Jerman dengan tekun bergiliran memainkan mainan tersebut, dengan bantuan dan arahan pemandu. Mereka minta permainan tersebut bisa dibawa pulang dan dimainkan bersama teman-teman lainnya.
Sementara itu, Dubes RI untuk Berlin Dr. Eddy Pratomo menyampaikan bahwa acara ini merupakan salah satu acara penting untuk memperkenalkan Indonesia dan keanekaragaman budayanya guna semakin mendekatkan Indonesia di hati masyarakat Jerman. (kemlu.go.id)
Waw… luar biasa sekali ya antusias anak-anak di Negara asing mempelajari permainan tradisional indonesia. Ternyata permainan tradisional yang selama ini kita anggap kuno lebih diminati oleh anak-anak di luar negeri. Berbeda sekali dengan kenyataan yang ada di Indonesia sendiri. Anak-anak Indonesia lebih tertarik pada permainan modern. Seperti game komputer, play station dan sebagainya itu.
Kita pasti merasa bengga ternyata permainan tradisional Indonesia sangat disukai di luar negeri. Anak-anak disana begitu antusias memainkannya. Kita akan merasa bangga ketika budaya dan warisan luhur dari Indonesia diminati di luar negeri. Namun entah sadar atau tidak kita lupa ternyata di Indonesia sendiri permainan tradisional itu semakin ditinggalkan.
Berbagai budaya Indonesia diperkenalkan kepada masyarakat di luar negeri. Dengan alasan berbagai hal seperti diplomasi, mempererat hubungan kerjasama, perdagangan, forum-forum internasional dan sebagainya. Kita sibuk dan antusian untuk memperkenalkan dan mengajarkannya pada orang asing. Sedangkan di Indonesia sendiri terkesan dilupakan atau kurang perhatian.
Itulah yang terjadi di Negara kita tercinta. Bangsa kita begitu latah dengan berbagai hal terkait globalisasi dan masifnya perkembangan zaman era modern. Kita berbondong-bondong untuk mempelajari budaya asing kemudian dengan setengah sadar kita secara perlahan meninggalkan dan melupakan budaya kita sendiri.
Apakah kita akan terus lengah dengan masalah seperti itu? Apakah kita hanya bisa mengenalkannya kepada orang luar namun kurang perhatian di negeri sendiri?
Suatu saat bisa saja permainan tradisional asli Indonesia itu menjadi hits di luar negeri. Mereka menyukainya lalu melestarikannya. Lambat laun bisa saja orang-orang dibelahan bumi lainnya menganggap bahwa permainan itu dari Negara yang rajin melestarikannya bukan dari Indonesia. Jika hal itu sampai terjadi, kita bisa apa? Saya yakin kita hanya bisa gigit jari sambil mencari identitas untuk sebuah pengakuan.
Saat ini kita masih bisa bersantai dan menganggapnya biasa. Kita memang hanya menganggapnya hal biasa. Namun ketika orang-orang di luar sana menilainya sebuah hal yang luar biasa baru kita sadar dan baru mencoba mennggapnya luar biasa juga. Akankan kita mencoba menghargai ketika setelah diakui?
Melestarikan permainan tradisional merupakan bagian dari tanggung jawab kita kepada leluhur bangsa yang telah mewariskannya kepada kita semua. Permainan tradisional itu banyak menyimpan hal berharga. Walaupun permainan-permainan tradisional itu terlihat sederhana namun nilai yang tersimpan didalamnya amatlah luar biasa.
Mengajarkan dan mewariskannya kepada generasi muda adalah sebuah keharusan dan kewajiban setiap warga Negara yang berkebangsaan Indonesia. Kita wajib mengajarkannya pada anak-anak demi membendung dampak yang ditimbulkan oleh permainan modern atau permainan digital. Pola pokir dan psikis anak menjadi terganggu. Itulah sebabnya anak-anak kita saat ini tumbuh dan kembangnya kadang diluar yang kita dambakan.
Permainan tradisional itu diciptakan tidak hanya untuk anak-anak namun juga orang dewasa. Nenek moyang kita sudah memikirkan hal itu. Dengan teknik-teknik permainan yang mengandung banyak makna dan pelajaran berharga. Seperti kejujuran, keadilan, kebersamaan, persahabatan, sikap menghargai, kesabaran, toleransi, dan nilai luhur lainnya.
1341315569422064945
banyak pesan berharga yang terkandung dalam permainan tradisional/ ilustrasi/ mezzoforte91.wordpress.com
Jika orang dewasa juga tetap aktif memainkan permainan tradisional itu saya rasa pasti masyarakat kita tak akan seperti saat ini. Realitas saat ini seperti kekerasan, konflik, dan sebagainya bisa ditengkan dengan permainan tradisional. Saya yakin akan hal itu. Karena saat memainkan permainan tradisional itu akan mempengaruhi alam bawah sadar kita.
Ayo… mari sama-sama kita mencoba melestarikan kembali berbagai permainan tradisional asli Indonesia. Agar tak punah oleh perkembangan zaman. Agar tak terjadi hal yang tak diinginkan seperti claiming dan sebagainya. Namun marilah kita melestarikannya tanpa paksaan namun karena kecintaan kita pada permainan tradisional itu.

4 komentar: